Setiap
kali mendengar ‘curhat’ teman yang baru saja mengalami kecelakaan roda dua selalu
saja terdengar kalimat penyangkalan yang klise. “Dia yang salah karena
tiba-tiba memotong lajur saya sehingga saya tidak dapat mengendalikan motor dan
… bla bla bla”. Mendengarnya, saya selalu latah untuk bertanya, “Lalu, kamu
dapat apa setelah yakin dia yang salah?”. “Ya mau gimana lagi, dia cuma minta
maaf lalu pergi begitu saja”, jawabnya setengah menerawang dan terlihat
menyesal.
Pertanyaan
selanjutnya (dalam hati saja tentunya karena takut digampar sama teman itu),
masih relevankah mencari dan menganalisa siapa yang salah dalam setiap kasus
serupa kalau faktanya kita – dan mungkin saja dengan orang yang kita bonceng – sudah
nyata-nyata terluka , lecet, memar, syukur kalau tidak sampai patah, trus motor
ringsek di sana-sini ndak karuan ?
Sadarkah
kita kalau ternyata berada di jalan raya itu sedikitnya ada “5-TIDAK” yang
harus kita hindari agar selamat di jalan raya.
1. Tidak Fokus
Faktor inilah yang paling sering disebut-sebut sebagai penyebab terbesar terjadinya
kecelakaan. Bagaimana tidak, lihat saja begitu banyak pengemudi yang memegang
setir sambil menghayal, ngobrol dengan orang yang dibelakang, menerima telepon
(hp), bahkan yang lebih hebat lagi sambil ber-smsria. Kalau hasil akhirnya
seperti yang disebutkan di atas, jujurlah menanyakan hati masing-masing siapa
yang salah ?
Kalau memang harus, cari dan berhentilah pada posisi yang aman untuk
menerima telepon. Berbicaralah
seperlunya lalu sampaikan bahwa Anda sedang mengemudikan kendaraan dan persilahkan
menghubungi kembali sesaat setelah tiba di tujuan.
2. Tidak Layak Jalan
Kondisi kendaraan yang sudah tidak layak jalan juga dianggap sebagai
penyumbang terbesar tingginya angka kecelakaan di jalan raya. Tentunya Anda
tidak ingin kalau justru di saat kendaraan lain memotong lajur Anda secara
tiba-tiba baru ketahuan kalo rem sudah blong (kanvasnya sudah tidak berfungsi).
Atau dalam contoh kasus yang lebih ekstrim, di saat Anda berada tepat di sebelah
sebuah truk untuk menyalipnya lalu motor Anda tiba-tiba mati.
Pastikan kondisi kendaraan Anda ‘sehat’ dan tidak akan sampai membahayakan
dalam situasi-situasi tertentu.
3. Tidak Cakap
Meskipun kontribusinya tidak sebanyak faktor-faktor di atas, tapi
ketidakmampuan dalam memperhitungkan kecepatan dan memprediksi arah kendaraan kendaraan lain juga menjadi
faktor penyebab yang lumayan sering dijumpai dalam kasus-kasus kecelakaan di
jalan raya. Misalnya pada saat harus mendahului kendaraan lain, pada saat
menengok kaca spion terlihat kendaraan di belakang berjalan pada kecepatan
normal namun sebenarnya waktu yang kita butuhkan untuk mendahului kendaraan di
depan dengan aman rupanya tidak cukup sehingga sebelum kita berada pada titik
yang aman di depan kendaraan tadi, kita sudah berada satu titik dengan
kendaraan yang datang dari arah belakang tadi.
Termasuk juga belum terlalu cakapnya kita dalam menguasai karakter
kendaraan yang kita pergunakan.
Amannya, pelajari dan perhatikan jarak
yang aman dari kendaraan lain jika sewaktu-waktu dia melakukan manuver yang
ekstrim misalnya berhenti dan berbelok seenaknya.
4. Tidak Bijak dan Dewasa
Jujur saja, jika dalam kecepatan normal tiba-tiba Anda disalip dengan
kecepatan tinggi dari jarak yang sangat dekat oleh seorang remaja tanggung, apa
yang akan Anda lakukan? Sekiranya motor Anda masih sekelas dengan motornya, mungkin
Anda akan mengejarnya dan memberitahu (baca:
mengumpat) agar berhati-hati mengemudikan motor karena caranya tadi sudah membahayakan
Anda.
Betul, kalau Anda memang kemudian bisa menyusulnya. Betul, kalau memang setelah
berhasil menyusulnya dia mengerti dan minta maaf. Tapi kalau kedua-duanya
tidak, so what ?
5. Tidak Beruntung
Sudah fokus, kendaran dalam keadaan fit dan sudah kita kuasai, tips dan trik
berkendara dengan aman (safety riding)
tapi koq masih celaka juga. Berarti Anda sedang tidak beruntung. Sadari dan
koreksi diri Anda karena dibalik musibah biasanya ada ‘sesuatu’ yang ingin Dia
sampaikan buat Anda.
Dimanapun
Anda berada apalagi sedang mengemudikan kendaraan di jalan raya, sadarilah jika
keluarga sedang menantikan kepulangan Anda dalam keadaan sehat dan selamat paling
tidak seperti waktu meninggalkan rumah. Sadarilah bahwa kelalaian Anda dalam menghindari
“5-TIDAK” di atas hampir pasti akan membebani keluarga baik dari segi tenaga, pikiran,
waktu, dan tentunya finansil.
Dewasa
dan bijaksanalah di jalan raya !
Salam
2 Roda