Kamis, 27 Oktober 2011

Dewasa dan Bijaksanalah Di Jalan Raya !





Setiap kali mendengar ‘curhat’ teman yang baru saja mengalami kecelakaan roda dua selalu saja terdengar kalimat penyangkalan yang klise. “Dia yang salah karena tiba-tiba memotong lajur saya sehingga saya tidak dapat mengendalikan motor dan … bla bla bla”. Mendengarnya, saya selalu latah untuk bertanya, “Lalu, kamu dapat apa setelah yakin dia yang salah?”. “Ya mau gimana lagi, dia cuma minta maaf lalu pergi begitu saja”, jawabnya setengah menerawang dan terlihat menyesal.

Pertanyaan selanjutnya (dalam hati saja tentunya karena takut digampar sama teman itu), masih relevankah mencari dan menganalisa siapa yang salah dalam setiap kasus serupa kalau faktanya kita – dan mungkin saja dengan orang yang kita bonceng – sudah nyata-nyata terluka , lecet, memar, syukur kalau tidak sampai patah, trus motor ringsek di sana-sini ndak karuan ?

Sadarkah kita kalau ternyata berada di jalan raya itu sedikitnya ada “5-TIDAK” yang harus kita hindari agar selamat di jalan raya.

1.     Tidak Fokus
Faktor inilah yang paling sering disebut-sebut sebagai penyebab terbesar terjadinya kecelakaan. Bagaimana tidak, lihat saja begitu banyak pengemudi yang memegang setir sambil menghayal, ngobrol dengan orang yang dibelakang, menerima telepon (hp), bahkan yang lebih hebat lagi sambil ber-smsria. Kalau hasil akhirnya seperti yang disebutkan di atas, jujurlah menanyakan hati masing-masing siapa yang salah ?
Kalau memang harus, cari dan berhentilah pada posisi yang aman untuk menerima telepon.  Berbicaralah seperlunya lalu sampaikan bahwa Anda sedang mengemudikan kendaraan dan persilahkan menghubungi kembali sesaat setelah tiba di tujuan.

2.     Tidak Layak Jalan
Kondisi kendaraan yang sudah tidak layak jalan juga dianggap sebagai penyumbang terbesar tingginya angka kecelakaan di jalan raya. Tentunya Anda tidak ingin kalau justru di saat kendaraan lain memotong lajur Anda secara tiba-tiba baru ketahuan kalo rem sudah blong (kanvasnya sudah tidak berfungsi). Atau dalam contoh kasus yang lebih ekstrim, di saat Anda berada tepat di sebelah sebuah truk untuk menyalipnya lalu motor Anda tiba-tiba mati.
Pastikan kondisi kendaraan Anda ‘sehat’ dan tidak akan sampai membahayakan dalam situasi-situasi tertentu.

3.     Tidak Cakap
Meskipun kontribusinya tidak sebanyak faktor-faktor di atas, tapi ketidakmampuan dalam memperhitungkan kecepatan dan memprediksi  arah kendaraan kendaraan lain juga menjadi faktor penyebab yang lumayan sering dijumpai dalam kasus-kasus kecelakaan di jalan raya. Misalnya pada saat harus mendahului kendaraan lain, pada saat menengok kaca spion terlihat kendaraan di belakang berjalan pada kecepatan normal namun sebenarnya waktu yang kita butuhkan untuk mendahului kendaraan di depan dengan aman rupanya tidak cukup sehingga sebelum kita berada pada titik yang aman di depan kendaraan tadi, kita sudah berada satu titik dengan kendaraan yang datang dari arah belakang tadi.
Termasuk juga belum terlalu cakapnya kita dalam menguasai karakter kendaraan yang kita pergunakan.
Amannya, pelajari  dan perhatikan jarak yang aman dari kendaraan lain jika sewaktu-waktu dia melakukan manuver yang ekstrim misalnya berhenti dan berbelok seenaknya.

4.     Tidak Bijak dan Dewasa
Jujur saja, jika dalam kecepatan normal tiba-tiba Anda disalip dengan kecepatan tinggi dari jarak yang sangat dekat oleh seorang remaja tanggung, apa yang akan Anda lakukan? Sekiranya motor Anda masih sekelas dengan motornya, mungkin Anda akan mengejarnya dan memberitahu (baca: mengumpat) agar berhati-hati mengemudikan motor karena caranya tadi sudah membahayakan Anda.
Betul, kalau Anda memang kemudian bisa menyusulnya. Betul, kalau memang setelah berhasil menyusulnya dia mengerti dan minta maaf. Tapi kalau kedua-duanya tidak, so what ?

5.     Tidak Beruntung
Sudah fokus, kendaran dalam keadaan fit dan sudah kita kuasai, tips dan trik berkendara dengan aman (safety riding) tapi koq masih celaka juga. Berarti Anda sedang tidak beruntung. Sadari dan koreksi diri Anda karena dibalik musibah biasanya ada ‘sesuatu’ yang ingin Dia sampaikan buat Anda.

Dimanapun Anda berada apalagi sedang mengemudikan kendaraan di jalan raya, sadarilah jika keluarga sedang menantikan kepulangan Anda dalam keadaan sehat dan selamat paling tidak seperti waktu meninggalkan rumah. Sadarilah bahwa kelalaian Anda dalam menghindari “5-TIDAK” di atas hampir pasti akan membebani keluarga baik dari segi tenaga, pikiran, waktu, dan tentunya finansil.  

Dewasa dan bijaksanalah di jalan raya !

Salam 2 Roda

Tidak ada komentar:

Posting Komentar